Entri Populer

Minggu, 15 April 2012

makalah cara menyusui yang benar


BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
            Seorang ibu di kodratkan untuk dapat memberi air susunya kepada bayi yang telah di lahirkannya, kodrat ini merupakan satu tugas yang mulai bagi ibu demi keselamatan bayi di kemudian hari. Tetapi pada suatu proses kelahiran, terutama bagi yang baru pertama yang melahirkan, kadang air susu ibu tidak atau susah untuk di keluarkan sehingga bayi tersebut sementara di beri susu botol yang mengakibatkan bayi tersebut terbiasa mengisap dot. Sehingga dapat mengalami “ bingung puting “ saat mulai menetek.
            Refleks pertama seorang bayi yang normal adalah mencari puting susu ibu dengan mulutnya. Rangsangan puting susu ibu melalui isapan mulut bayi penting dalam proses produksi air susu ibu (ASI).
            Jika seorang ibu memberikan air susu ibu kepada bayi akan menguntungkan baik bagi bayi tersebut maupun untuk ibu sendiri. Keutungan bagi bayi adalah air susu ibu merupakan makanan bayi yang mudah dicerna, bersuh, aman dari kuman, selalu siap disajikan, mengandung zat gizi dan zat pelindung yang di butuhkan bayi (antibodi). Bayi yang mendapat asi jarang mengalami mencret atau diare, alergi, sembelit, terhindar dari kelebuhan kalori, dan mendapat perasaan aman dalam dekapan ibu. Gerakkan menghisap payudara ibu tiap menyusui akan memperkuat rahang dan merangsang pertumbuhan gizi bayi tersebut. Sedangkan keuntungan bagi ibu antara lain mempercepat proses pemulihan rahim ke ukuran sebelum melahirkan, mengurangi kemungkinan kanker payudara dikemudian hari, mempercepat jalinan kasih sayang antara ibu dan bayi, dan hemat serta mudah didapatkannya.
B.   Rumusan Masalah
            Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam makalh ini yaitu :
a.       Pengertian teknik menyusui yang benar
b.      Langkah langkah yang perlu di lakukan dalam menyusui
c.       Berbagai teknik dalam menyusui
d.      Pembentukan dan persiapan ASI
e.       Posisi dan perlekatan menyusui
f.       Langkah-langkah menyusui yang benar
g.      Cara menyusui bayi kembar
h.      Cara pengamatan menyusui yang benar
i.        Lama dan frekuensi menyusui
j.        Cara memeras ASI dengan tangan
C.   Tujuan Masalah
            Adapun yang menjadi tujuan masalah dalam makalah ini kita dapat mengetahui :
1.      Pengertian teknik menyusui yang benar
2.      Bagaimana Langkah langkah yang perlu di lakukan dalam menyusui
3.      Berbagai teknik dalam menyusui
4.      Pembentukan dan persiapan ASI
5.      Bagaimana Posisi dan perlekatan menyusui
6.      Seperti apa Langkah-langkah menyusui yang benar
7.      Cara menyusui bayi kembar
8.      Cara pengamatan menyusui yang benar
9.      Bagaimana Lama dan frekuensi menyusui
10.  Cara memeras ASI dengan tangan



BAB II
PEMBAHASAN
A.   Pengertian Teknik Menyusui Yang Benar

            Teknik Menyusui Yang Benar adalah cara memberikan ASI kepada bayi dengan perlekatan dan posisi ibu dan bayi dengan benar (Perinasia, 1994).

B.   Langkah langkah yang perlu dilakukan dalam menyusui
            Dalam menyusui seorang bayi, ibu harus mengetahui hal – hal di bawah ini :
1. Persiapan mental dan fisik. Ibu yang akan menyusui harus dalam keadaan tenang, tidak tergesa gesa atau takut dan malu payudaranya yang indah nongol ke permukaan. Tentu untuk memperoleh suasana ini, perlu dicari lokasi menyusui yang pas dan terjaga privasinya sehingga terhindar dari tontonan orang. Minum segelas air sebelum menyusui merupakan salah satu cara untuk membuat sang ibu merasa tenang. Hindari menyusui dalam keadaan haus dan lapar.
2 Persiapan tempat dan alat. Sebelum menyusui perlu dicari tempat duduk/kursi yang nyaman dengan sandaran punggung dan tangan serta bantalan untuk menopang tangan yang menggendong bayi. Capek khan kalau tangan terus terusan menyangga bayi dengan tidak nyaman, yang ujung ujungnya mempersingkat waktu menyusui.
3. Sebelum menggendong bayi, tangan dicuci sampai benar benar bersih untuk menghindari ASI terkontaminasi oleh kuman. Lalu sebelum menyusui, tekan daerah sekitar puting susu diantara telunjuk dan ibu jari sehingga keluar 2 – 3 tetes ASI, kemudian oleskan ke seluruh bagian puting susu. Cara menyusui yang baik adalah bila ibu melepaskan kedua payudaranya dari pemakaian BH.
4. Susukan bayi sesuai dengan kebutuhan, jangan dijadual. Biasanya kebutuhan terpenuhi dengan menyusui tiap 2 – 3 jam. Setiap menyusui, lakukan pada kedua payudara secara bergantian masing masing selama kurang lebih 10 menit. Mulai selalu dengan payudara sisi yang terakhir disusui sebelumnya. Periksa ASI sampai payudara terasa kosong. Sendawakan bayi setiap kali selesai menyusui. Bayi mungkin termuntah susu, jadi pastikan anda menyediakan kain/handuk. Jika dia tidak sendawa selepas 30 detik, dia mungkin tidak perlu disendawakan. Letakkan bayi di bahu anda dan gosok atau tepuk perlahan belakang badannya.
5. Setelah selesai, oleskan ASI seperti awal menyusui dan biarkan kering oleh udara sebelum memakai BH untuk mencegah lecet. Hal ini dapat dilakukan sambil menyangga bayi agar bersendawa. Menyendawakan bayi setelah menyusui harus selalu dilakukan untuk mengeluarkan udara dari lambung supaya bayi tidak muntah.
C.   Berbagai Tekhnik Dalam Posisi Menysusui
1. The cradle. Posisi ini sangat baik untuk bayi yang baru lahir. Bagaimana caranya? Pastikan punggung Anda benar-benar mendukung untuk posisi ini. Jaga bayi di perut Anda, sampai kulitnya dan kulit Anda saling bersentuhan. Biarkan tubuhnya menghadap ke arah Anda, dan letakkan kepalanya pada siku Anda.
2. The cross cradle hold. Satu lengan mendukung tubuh bayi dan yang lain mendukung kepala, mirip dengan posisi dudukan tetapi Anda akan memiliki kontrol lebih besar atas kepala bayi. Posisi menyusui ini bagus untuk bayi prematur atau ibu dengan puting payudara kecil.
3. The football hold. Caranya, pegang bayi di samping Anda dengan kaki di belakang Anda dan bayi terselip di bawah lengan Anda, seolah-olah Anda sedang memegang bola kaki. Ini adalah posisi terbaik untuk ibu yang melahirkan dengan operasi caesar atau untuk ibu-ibu dengan payudara besar. Tapi, Anda butuh bantal untuk menopang bayi.
4. Saddle hold. Ini merupakan cara yang menyenangkan untuk menyusui dalam posisi duduk. Ini juga bekerja dengan baik jika bayi Anda memiliki pilek atau sakit telinga. Caranya, bayi Anda duduk tegak dengan kaki mengangkangi Anda sendiri.
5. The lying position. Menyusui dengan berbaring akan memberi Anda lebih banyak kesempatan untuk bersantai dan juga untuk tidur lebih banyak pada malam hari. Anda bisa tidur saat bayi menyusu. Dukung punggung dan kepala bayi dengan bantal. Pastikan bahwa perut bayi menyentuh Anda.




D.   Pembentukan dan Persiapan ASI
            Persiapan memberikan ASI dilakukan bersamaan dengan kehamilan. Pada kehamilan, payudara semakin padat karena retensi air, lemak serta berkembangnya kelenjar-kelenjar payudara yang dirasakan tegang dan
sakit. Bersamaan dengan membesarnya kehamilan, perkembangan dan persiapan untuk memberikan ASI makin tampak. Payudara makin besar, puting susu makin menonjol, pembuluh darah makin tampak, dan aerola mamae makin menghitam.
Persiapan memperlancar pengeluaran ASI dilaksanakan dengan jalan :
1. Membersihkan puting susu dengan air atau minyak, sehingga epitel yang lepas tidak menumpuk.
2. Puting susu ditarik-tarik setiap mandi, sehingga menonjol untuk memudahkan isapan bayi.
3. Bila puting susu belum menonjol dapat memakai pompa susu atau dengan jalan operasi.

E.    Posisi dan Perlekatan Menyusui
Terdapat berbagai macam posisi menyusui. Cara menyususi yang tergolong biasa dilakukan adalah dengan duduk, berdiri atau berbaring.
Gambar 1. Posisi menyusui sambil berdiri yang benar (Perinasia, 1994)
Gambar 2. Posisi menyusui sambil duduk yang benar (Perinasia, 1994)
Gambar 3. Posisi menyusui sambil rebahan yang benar (Perinasia, 1994)
Ada posisi khusus yang berkaitan dengan situasi tertentu seperti ibu pasca operasi sesar. Bayi diletakkan disamping kepala ibu dengan  posisi kaki diatas. Menyusui bayi kembar dilakukan dengan cara seperti
memegang bola bila disusui bersamaan, dipayudara kiri dan kanan. Pada ASI yang memancar (penuh), bayi ditengkurapkan diatas dada ibu, tangan ibu sedikit menahan kepala bayi, dengan posisi ini bayi tidak tersedak.
Gambar 4. Posisi menyusui balita pada kondisi normal (Perinasia, 1994)
Gambar 5. Posisi menyusui bayi baru lahir yang benar di ruang perawatan (Perinasia, 2004)
Gambar 6. Posisi menyusui bayi baru lahir yang benar di rumah (Perinasia, 2004)
Gambar 7. Posisi menyusui bayi bila ASI penuh (Perinasia, 2004)
F.    Langkah-langkah menyusui yang benar
Cuci tangan yang bersih dengan sabun, perah sedikit ASI dan oleskan disekitar putting, duduk dan berbaring dengan santai.
Gambar 9. Cara meletakan bayi (Perinasia, 2004)
Gambar 10. Cara memegang payudara (Perinasia, 2004)
Bayi diletakkan menghadap ke ibu dengan posisi sanggah seluruh tubuh bayi, jangan hanya leher dan bahunya saja, kepala dan tubuh bayi lurus, hadapkan bayi ke dada ibu, sehingga hidung bayi berhadapan dengan puting susu, dekatkan badan bayi ke badan ibu, menyetuh bibir bayi ke puting susunya dan menunggu sampai mulut bayi terbuka lebar.

Gambar 11. Cara merangsang mulut bayi (Perinasia, 2004)
Segera dekatkan bayi ke payudara sedemikian rupa sehingga bibir bawah bayi terletak di bawah puting susu.
Cara melekatkan mulut bayi dengan benar yaitu dagu menempel pada payudara ibu, mulut bayi terbuka lebar dan bibir bawah bayi membuka lebar.
Gambar 12. Perlekatan benar (Perinasia, 2004)
Gambar 13. Perlekatan salah (Perinasia, 2004)
E.     Cara menuyusui bayi kembar
               Jika Anda menyusui bayi kembar secara bergantian, ini akan memberi kesempatan Anda dan bayi untuk saling mengenal sehingga ikatan Anda dengannya menguat.  Namun, jika Anda menyusui bayi kembar secara bersamaan, maka ritme ‘hidup’ mereka pun akan lebih seragam.  Artinya, jika salah satu bayi buang air besar (BAB) maka secara berbarengan saudara kembarnya juga BAB.  Dengan begitu, waktu bebas Anda makin besar.
1.      Sediakan dua buah bantal untuk menahan dan mengalasi tubuh si kembar.
2.      Akan lebih baik jika salah seorang baby sitter membantu mendekap salah seorang bayi sehingga lebih aman dan nyaman untuk si kecil.
3.       Football Hold. Susui bayi A pada payudara kanan sementara tubuh dan kakinya mengarah ke bawah ketiak kanan Anda.  Susui bayi B pada payudara kiri sementara tubuh dan kakinya mengarah ke bawah ketiak kiri Anda.  Dekaplah mereka masing-masing dengan tangan kanan Anda memegangi kepala bayi A dan tangan kiri Anda


http://mommygadget.com/wp-content/uploads/2008/11/breastfeeding-twins1-150x150.png
menahan bantal yang mengalasi kepala dan tubuh bayi B
4.      Combination Hold. Susui bayi A pada payudara kanan, dengan tubuh dan kakinya mengarah ke kanan.  Sementara bayi B Anda susui pada payudara kiri dengan posisi tubuh dan kakinya mengarah ke kanan pula.  Dekaplah bayi A dengan tangan kanan Anda.  Dan tangan kiri Anda menahan kepala bayi B hingga bokongnya dengan bantuan sebuah bantal pada belakang siku kiri Anda.
5.       Cradle Hold. Susui bayi A pada payudara kanan sementara tubuh dan kakinya mengarah ke kiri.  Bayi B menyusui pada payudara kiri, tubuh dan kakinya mengarah ke kanan.  Biarkan tubuh bayi B ‘di bawah ‘ tubuh bayi A, namun jangan terlalu ketat

Cara melepas puting susu dari mulut bayi
            Dengan menekan dagu bayi kearah bawah atau dengan memasukkan jari ibu antara mulut bayi dan payudara ibu.

G.    Cara pengamatan teknik menyusui yang benar
             Menyusui dengan teknik yang tidak benar dapat mengakibatkan puting susu menjadi lecet, ASI tidak keluar optimal sehingga mempengaruhi produksi ASI selanjutnya atau bayi enggan menyusu. Apabila bayi telah
menyusui dengan benar maka akan memperlihatkan tanda-tanda sebagai berikut :
  1. Bayi tampak tenang.
  2. Badan bayi menempel pada perut ibu.
  3. Mulut bayi terbuka lebar.
  4. Dagu bayi menmpel pada payudara ibu.
  5. Sebagian areola masuk kedalam mulut bayi, areola bawah lebih banyak yang masuk.
  6. Bayi nampak menghisap kuat dengan irama perlahan.
  7. Puting susu tidak terasa nyeri.
  8. Telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus.
  9. Kepala bayi agak menengadah.
Gambar 14. Teknik menyusui yang benar (Perinasia, 2004)

H.    Lama dan frekuensi menyusui
             Sebaiknya dalam menyusui bayi tidak dijadwal, sehingga tindakan menyusui bayi dilakukan di setiap saat bayi membutuhkan, karena bayi akan menentukan sendiri kebutuhannya. Ibu harus menyusui bayinya bila
bayi menangis bukan karena sebab lain (kencing, kepanasan/kedinginan atau sekedar ingin didekap) atau ibu sudah merasa perlu menyusui bayinya. Bayi yang sehat dapat mengosongkan satu payudara sekitar 5-7 menit dan ASI dalam lambung bayi akan kosong dalam waktu 2 jam. Pada awalnya, bayi tidak memiliki pola yang teratur dalam menyusui dan akan mempunyai pola tertentu setelah 1 – 2 minggu kemudian.
            Menyusui yang dijadwal akan berakibat kurang baik, karena isapan bayi sangat berpengaruh pada rangsangan produksi ASI selanjutnya. Dengan menyusui tanpa jadwal, sesuai kebutuhan bayi akan mencegah timbulnya masalah menyusui. Ibu yang bekerja dianjurkan agar lebih sering menyusui pada malam hari. Bila sering disusukan pada malam hari akan memicu produksi ASI.
           Untuk menjaga keseimbangan besarnya kedua payudara maka sebaiknya setiap kali menyusui harus dengan kedua payudara. Pesankan kepada ibu agar berusaha menyusui sampai payudara terasa kosong, agar produksi ASI menjadi lebih baik. Setiap kali menyusui, dimulai dengan payudara yang terakhir disusukan. Selama masa menyusui sebaiknya ibu menggunakan kutang (BH) yang dapat menyangga payudara, tetapi tidak terlalu ketat.
Gambar 15. Kutang (BH) yang baik untuk ibu menyusui (Perinasia, 2004)

I.      Cara Memeras ASI dengan Tangan

            Bidan menganjurkan pada Ibu untuk mencuci tangan terlebih dahulu. Setelah itu :
1.      Duduklah Ibu seenak/senyaman mungkin.Pegang/letakkan cangkir dekat dengan payudara Ibu.
2.      Letakkan ibu jari pada payudara diatas puting susu dan areola (bagian lingkaran hitam    berwarna gelap pada payudara) dan jari telunjuk dibawah payudara, juga dibawah puting susu dan areola.
3.       Tekan ibu jari dan telunjuk kedalam, kearah dada. Ibu tidak perlu menekan terlalu keras, karena  dapat menghambat aliran air susu.
 Kemudian tekanlah payudara Ibu kebelakang puting dan areola antara jari telunjuk dan ibu jari.
4.      Selanjutnya tekan dan lepaskan, tekan dan lepaskan.Kegiatan ini tidak boleh menyakiti atau Ibu sampai merasa nyeri.
5.       Pada awalnya, mungkin tidak ada susu yang keluar, tetapi setelah dilakukan penekanan beberapa kali, ASI akan     mulai menetes keluar.
6.      Tekan areola dengan cara yang sama dari arah samping, untuk meyakinkan bahwa ASI di tekan dari seluruh bagian payudara.
7.      Hindari menggosok-gosok payudara atau memelintir puting susu.
 Peras satu payudara sekurang-kurangnya 3-5 menit hingga aliran menjadi pelan; kemudian lakukan pada payudara yang satu lagi dengan cara yang sama.
8.       Kemudian ulangi keduanya. 10.Ibu dapat  menggunakan satu tangan untuk satu payudara dan gantilah bila merasa lelah. Memeras ASI membutuhkan waktu 20-30 menit. Terutama pada hari-hari pertama, ketika masih sedikit.


BAB III
PENUTUP

A.   KESIMPULAN

      Teknik Menyusui Yang Benar adalah cara memberikan ASI kepada bayi dengan perlekatan dan posisi ibu dan bayi dengan benar (Perinasia, 1994).langkah-langkah menyusui yang benar yaitu Cuci tangan yang bersih dengan sabun, perah sedikit ASI dan oleskan disekitar putting, duduk dan berbaring dengan santai. Bayi diletakkan menghadap ke ibu dengan posisi sanggah seluruh tubuh bayi, jangan hanya leher dan bahunya saja, kepala dan tubuh bayi lurus, hadapkan bayi ke dada ibu, sehingga hidung bayi berhadapan dengan puting susu, dekatkan badan bayi ke badan ibu, menyetuh bibir bayi ke puting susunya dan menunggu sampai mulut bayi terbuka lebar. Segera dekatkan bayi ke payudara sedemikian rupa sehingga bibir bawah bayi terletak di bawah puting susu. Cara melekatkan mulut bayi dengan benar yaitu dagu menempel pada payudara ibu, mulut bayi terbuka lebar dan bibir bawah bayi membuka lebar.
        Menyusui dengan teknik yang tidak benar dapat mengakibatkan puting susu menjadi lecet, ASI tidak keluar optimal sehingga mempengaruhi produksi ASI selanjutnya atau bayi enggan menyusu. Apabila bayi telah
menyusui dengan benar maka akan memperlihatkan tanda-tanda sebagai berikut :a)Bayi tampak tenang. b) Badan bayi menempel pada perut ibu. c) Mulut bayi terbuka lebar. d) Dagu bayi menmpel pada payudara ibu. e) Sebagian areola masuk kedalam mulut bayi, areola bawah lebih banyak yang masuk. f) Bayi nampak menghisap kuat dengan irama perlahan. g) Puting susu tidak terasa nyeri. h) Telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus.  h) Kepala bayi agak menengadah.
B.   Saran
      Setelah  mengetahui cara menyusui yang baik dan benar, di harapkan kepada mahasiswa kebidanan sebagai calon bidan agar dapat memberikan konseling di masyarakat tentang menyusui yang baik dan benar sehingga para ibu menyusui dapat menyusui bayinya dengan benar untuk menhasilkan generasi yang berkualitas.






DAFTAR PUSTAKA

SAIFUDDIN.2008.ILMU KANDUNGAN SARWONO PRAWIROHARDJO.JAKARTA:                                                       PT. BP-SP
MANUABA,IDA BAGUS GDE.1999.MEMAHAMI KESEHATAN REPRODUKSI   WANITA.JAKARTA:ARCAN
SUDARTI.2010.ASUHAN KEBIDANAN NEONATUS DAN ANAK                                                                                                                     BALITA.YOGYAKARTA:MEDIKA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar